BAB THAHARAH Bagian I Manhajus Salikin

 


Fiqih Manhajus Shalikin Karya Syaikh Abdurrahman Bin Nasr As Sa’di

Bab Thaharah

اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ, اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Bersabda

عن أبي عبد الرحمن عبد الله بن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما قال : سمعت النبي صلَّى الله عليه وسلَّم يقول : بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، وَ إِقَامِ الصَّلَاةِ ، وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَ حَجِّ الْبَيْتِ ، وَ صَوْمِ رَمَضَانَ .رواه البخاري و مسلم

Dari Abu ‘Abdirrahman ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhuma, katanya, “Aku mendengar Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
Islam dibangun di atas lima: persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, naik haji, dan puasa Ramadhan’”. ( HR. Al-Bukhari dan Muslim )

 

Maka syahadatu an laa ilaaha illallah adalah hendaknya seorang hamba itu mengilmui/mengetahuinya, meyakininya dan berpegang teguh dengan kalimat tersebut. Ia meyakini bahwa tidak ada yang berhak di sembah dan di ibadahi kecuali Allah yang maha esa dan tidak ada sekutu baginya.

Maka wajib bagi seorang hamba yang beriman untuk senantiasa ikhlas dalam semua amalan ibadah baik yang dhahir ataupun yang batin semuanya ia lakukan karena Allah Subhanahu Wataalaa. Dan hendaknya seorang hamba tidak menyekutukan Allah dalam semua perkara agama.

Dan ini adalah landasan semua agama para rasul dan orang – orang yang mengikuti mereka. Allah Ta’ala berfirman :

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: " bahwasannya Tidak ada sesembahan yang berhak di sembah kucuali Aku ( Allah ) maka sembahlah aku. QS. Al-Ambiya’ : 25

Dan syahadatu anna muhammadar rasulullah adalah meyakini bahwa Allah telah mengutus Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kepada dua golongan yaitu golongan manusia dan jin, memberikan kabar gembira dan peringatan, mengajak mereka kepada tauhid, ta’at kepada Allah dengan membenarkan berita yang dibawa oleh Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam, taat dengan perintahnya, menjauhi apa yang telah di larang, maka sesungguhnya tidak aka nada kebahagian dan kebaikan dalam dunia dan akhirat kecuali dengan beriman dan taat kepada Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam.

 Wajib bagi seorang hamba untuk mendahulukan kecintaannya kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam belibihi cintanya kepada dirinya, orang tua dan semua manusia.

Wajib meyakini bahwa Allah menguatkan nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dengan mu’jizat yang di berikan kepadanya sebagai bukti bahwa dia adalah utusan Allah, dan Allah telah tanamkan kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ilmu yang sempurna, akhlak yang mulya, serta wajib meyakini kesempurnaan agama ini yang berisi tentang petunjuk, rahmat, kebenaran di dalamnya dan kebaikan-kebaikan dalam agama dan dunia.

Dan yang di maksud dengan آيته الكبرى  adalah mu’jizat Al Qur’an yang agung, karena di dalam Al Qur’an terdapat kebenaran berupa berita, perintah dan laranan. Wallahu A’lam.

 

Posting Komentar untuk "BAB THAHARAH Bagian I Manhajus Salikin"